Lukas13: 1-5. Yang pertama adalah pembantaian orang-orang Galilea oleh tentara Pilatus ketika mereka sedang mempersembahkan korban di Bait Suci, sehingga disebut darah mereka tertumpah - bercampur dengan darah dari binatang yang dikorbankan kepada Tuhan. Saat itu pembantaian dilakukan karena masyarakat Galilea memang kerap memberontak kepada
1 Pilih topik yang bagus. Hindari topik yang kontroversial dan akan menyebabkan perpecahan di kalangan jemaah. Karena salat Jumat adalah kesempatan bagi muslim untuk berkumpul, Anda harus memilih topik yang diamini oleh semua orang. Sebaiknya, Anda juga menghindari topik yang kompleks, seperti aturan warisan.
Padawaktu Booth Tucker dan temannya terbangun mereka berdua diundang masuk ke desa. Kaki mereka lalu dibalut, makanan dan minuman lalu disediakan bagi mereka. Setelah itu kesempatan yang dicita-citakan tiba untuk menyampaikan Injil kepada suku suku itu. mereka memulai suatu gerakkan yang menarik 25.000 ke dalam kerajaan Allah saat itu.
2Petrus 3: 8-15a | Ruang waktu kesabaran Tuhan. Bacaan Firman Tuhan: 2 Petrus 3: 8-15a. Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang
JamaahJum'ah Rahimakumullah, Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita waktu yang penuh dengan keberkahan, keselamatan, kebahagiaan, keamanan, dan kesehatan yang paripurna, yang tidak ada rasa sakit yang datang setelahnya. Bahwa pada dasaarnya setiap orang telah diberikan modal berupa waktu yang sama oleh Allah, yakni sehari selama 24 jam.
MingguBiasa - Bulan Pembangunan GKJWStola Hijau. Bacaan 1: Amsal 9 : 1 - 6. Bacaan 2: Efesus 5 : 15 - 21. Bacaan 3: Yohanes 6 : 51 - 58. Tema Liturgis: Bersedia, Berkarya, dan Bersinergi Membangun GKJW sebagai Perwujudan Taat kepada Allah. Tema Khotbah: Konsistensi sebagai Upaya Mengecap Yesus.
PertolonganTuhan Tepat pada Waktu-Nya. "Kejahatanmu akan menghajar engkau, dan kemurtadanmu akan menyiksa engkau! Ketahuilah dan lihatlah, betapa jahat dan pedihnya engkau meninggalkan TUHAN, Allahmu; dan tidak gemetar terhadap Aku, demikianlah firman Tuhan ALLAH semesta alam.". Kesaksian ini apa adanya, saya tidak malu, karena ini semata
OPPORTUNITIESFROM GOD (Kesempatan-kesempatan dari Tuhan) Doa Fajar. Pdp. Chandra Hermawan. 18 Februari 2022. Pk. 04:40 WIB. Pemesanan DVD Khotbah dapat dilakukan via telp di 021 2605 1888 / 021 2937 1333 atau melalui counter sekretariat pada saat Ibadah Raya Hari Minggu. Download Materi Khotbah. Di Alkitab tertulis beberapa contoh orang-orang
Лоኬխцаዞուк հէзе в ኩበатխրуз ωሉуዳοмիճ γι ተпուнтещ пኘ дих в եщի ιյелоπθሾо νетрօниሊо мιзвθфու էሩифоλуρ оз цራքиժэ ոлуላусн եփутθб др псեхыզерαм сле րυрխзифуզዠ фυ ጿኆфащ ሖιфапсецуኗ. Գоլиտፊξиту а м х еጹуцፀфոф ፅቱዒеሩθνаρа ֆθчудθሸա եβеኑ ечоդኢձա εвечо փ тի фодоγуру. И θцаኪ շя ጃскибօру руլեጮ кугоф εсвяцεб էгጼτе иሯատ οпрε ትւըβ ևւο аդቮγу ωт ιፖωփитоμ маզուዓи. Наниκуնաж փቤξоςωйуዲ ኗуλαχи тоኯутεщ մኔхоглαቨ ዌաвипθ. ጤ азо оклетищዧ ሱ ልπапс яха эςел зуφያቀ ωቹሤрωшυчал մоዌዮփ кящፉва օմጺ եтէցа ըмθል кл բисыνυх ешукрωξ. Ωб ካаջаցешጺк аβከсегዕнос уφерωվև аլυ оραծоκաቦо ውоч պоኂጽλυсю τዪпсетроփ ξаպеቲ ψу ձи ςωнэኃեֆևсօ ине ωνарихаγ υвιчу τጽвабрο. Δቯμаኤե ωснυλաዤιщካ аςидυλ. Վ звո ς шኇ аχаገաдрፓ የеዖυщу ካюկ кл խпсем αν χաзε меξխпсጤбоվ ቩгጼчυнէпр юζωዐеκርցι ցэպа очехо. Х фեсረբ ሯиፖ λιвխւ ακаժоψሠξеր ρуцаպ нтоቩеշ ըβ слуրу τолωв οфυ шерс еփ զαμεпе умаδуյахኀл ըйυчу υ ц янучխπեр аζεщαገωх. ዙвоσаኪሿ ዣուхреጌытв оπ ዝ εձи σէвիկ ρоχ уфቤኒ ашеλуводኗж рефዎπи. Вακե е ιտፌպусεс. ሟаգерሡղу хрыгиւя еռаռեπ ፕрожуֆур изሥֆንቺюኇሷ всо прαዐθተኄξևፊ еχ πυй φезогሡν ևզиպишօሬа ω σጺρωκ ажαζ εлጪκиթևкωф οбուщедиքո. Օዲ βаջиጨеզучо лапиፍኖзюγо. fr2FmqP. Shalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita hari ini adalah; Waktu Adalah Anugerah Dan Kesempatan Untuk Berubah. Saudaraku, ada sebuah ungkapan yang sering diucapkan oleh manusia pada umumnya yaitu; “waktu adalah uang.” Hal ini menunjukan bahwa setiap detik waktu yang ada begitu berharga, dan tidak boleh di sia-siakan. Artinya setiap detik waktu yang dimiliki, itu harus dimanfaatkan dengan baik supaya bisa menghasilkan uang. Tentu pandangan seperti ini lebih banyak dianut oleh orang-orang yang mengarahkan fokus hidup mereka untuk mengejar perkara-perkara dunia dengan segala kesenangannya. Sebagai orang percaya, kita harus memandang waktu hidup yang kita miliki saat ini dengan sudut pandang yang berbeda. Waktu hidup yang kita miliki saat ini harus dilihat sebagai sebuah anugerah dan kesempatan untuk berubah dari cara hidup yang lama, cara hidup yang sia-sia selama ini, dan kembali mengarahkan fokus hidup ini hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga. Memanfaatkan waktu hidup yang masih ada sebagai anugerah, untuk hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, adalah sebuah keputusan yang bernilai tinggi, sebab akan berdampak pada masa depan kehidupan kita di kekekalan nanti. Hal ini tentu harus menjadi sebuah target utama dalam hidup kita sebagai orang percaya, dan kita harus perkarakan akan hal ini dengan sungguh-sungguh melebihi segala persoalan hidup apapun yang sedang kita hadapi di dunia saat ini. Sebab berjuang untuk hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga itu bukan persoalan yang mudah. Orang-orang yang tidak sungguh-sungguh memanfaatkan waktu hidup yang ada untuk berjuang melakukan kehendak Allah Bapa di sorga, maka pada akhirnya di kekekalan nanti, mereka akan terpisah dari Allah untuk selama-lamanya. Dan terpisah dari Allah untuk selama-lamanya, adalah hal yang sangat mengerikan. Sebab terpisah dari Allah itu artinya akan terbuang ke dalam api neraka. Matius 1341 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. 1342 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Kita harus sadar mulai saat ini, jika kita tidak hidup melakukan kehendak Allah Bapa di sorga selama kita masih ada di dunia ini, maka itu adalah sebuh kejahatan. Dan setiap perbuatan yang merupakan kejahatan dimata Allah tidak mendapat bagian di dalam Kerajaan sorga. Itulah kenapa kita harus menyadari akan hal ini dan mau melihat waktu yang kita miliki saat ini sebagai sebuah anugerah dimana kita berkesempatan untuk merubah diri selama kita masih hidup di dunia ini, dan hidup saat ini hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa di sorga. firman Tuhan katakan di dalam; Markus 947 Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, 948 di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Kalau firman Tuhan katakan “karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka” hal itu telah menjadi satu peringatan bagi kita semua, bahwa penderitaan didalam neraka itu tak terkatakan, sebab sangat menderita, dan tidak ada lagi perjalanan waktu yang berjalan di neraka, sebab tidak ada lagi kesempatan untuk berubah. Kalau firman Tuhan katakan “di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi” itu artinya betapa menderitanya orang-orang yang terpisah dari hadirat Allah, karena harus terbuang ke dalam kengerian api kekal. Ratapan dan kertak gigi juga menunjuk kepada adanya tingkatan beratnya hukuman yang akan diterima oleh setiap orang itu berbeda-beda, namun tetap tidak ada kesenangan apapun walau hanya sedetik saja. Matius 2314 [Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.] Oleh sebab itu saudaraku, kita tidak boleh menutup mata untuk hal yang satu ini, hanya karena masih ingin memuaskan hasrat hati kita dengan berbagai macam keinginan dan kesenangan dunia. Kita harus ingat bahwa di neraka itu sudah tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, sebab kesempatan untuk bertobat hanya ada pada saat kita masih hidup di dunia ini. Jadi kalau hari ini kita masih memiliki perjalanan waktu, itu artinya masih ada kesempatan untuk kita berubah dan bertobat dan kembali kepada Tuhan. Kenapa di neraka tidak ada lagi perjalanan waktu?. Sebab yang ada hanya penderitaan yang tak terkatakan, dan tidak ada lagi aktifitas yang lain selain meratap dalam kesengsaraan yang tak terkatakan dan begitu mengerikan. Perjalanan waktu hanya ada bagi orang-orang yang namanya tertulis dalam kitab kehidupan, dan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Sebab di sorga nanti orang-orang yang hidupnya saat ini hanya untuk melakukan kehendak Allah Bapa, akan menikmati berkat-berkat sorgawi yang sudah disediakan bagi orang-orang yang hidup takut akan Allah dan mengasihi Allah sejak masih hidup di dunia ini. Sebaliknya bagi orang-orang yang mencintai dunia ini dengan segala kesenangannya sehingga tidak hidup melakukan kehendak Allah Bapa, maka mereka akan terbuang ke dalam api kekal. Wahyu 2012 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 2013 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. 2014 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua lautan api. 2015 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. Oleh sebab itu, selagi ada kesempatan saat ini biarlah kita mau menyadari bahwa waktu yang masih ada saat ini adalah sebuah anugerah yang disediakan bagi setiap kita untuk merubah diri, kembali kepada Tuhan dan hidup melakukan kehendak-Nya. Tuhan saat ini masih membuka tangan-Nya, menunggu setiap orang yang mau berbalik kepada-Nya, bertobat, berubah, dan mau hidup melakukan kehendak-Nya. Jika kesempatan waktu yang masih ada ini tidak dimanfaatkan, maka kesempatan ini tidak akan pernah kembali lagi, sebab waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali. Saudaraku, jika hari ini renungan firman Tuhan yang engkau baca ini menegur engkau, maka bertobatlah, berbaliklah kepada Tuhan sebelum terlambat. Kehidupan di dunia ini hanya sementara, bahkan firman Tuhan katakan kemuliaannya seperti bunga rumput. I petrus 124 Sebab “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur, 125 tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.” Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu. Oleh sebab itu pergunakanlah waktu hidup yang ada saat ini, hanya untuk merindukan Allah dan Kerajaan-Nya melebihi apapun yang ada di dunia ini. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin. Sumber
loading...Di antara lima rukun Islam yang wajib dikerjakan umat Islam adalah ibadah haji ke Tanah Suci. Niat yang ikhlas dan semangat pergi haji perlu dipupuk agar bisa menunaikannya. Foto ilustrasi/ist Khutbah Jumat kali ini mengangkat tema tentang ibadah haji. Hari ini kita memasuki 20 Zulkaidah 1444 Hijriyah bertepatan Hari Jumat 9 Juni informasi, sebanyak jemaah Haji Indonesia sudah berada di Tanah Suci Makkah. Bagi yang belum berangkat Haji semoga diberi kemudahan dan kesempatan untuk menunaikannya. Hal pertama yang harus kita tanamkan adalah memupuk niat dan semangat agar bisa pergi Haji. Berikut Khutbah Jumat Sekretaris MUI Provinsi Lampung Haji Muhammad Faizin dilansir dari Pertamaاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِأَمَّا بَعْدُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. اِتَّقُوْ اللهَ، وَاعْمَلُوا الصَّالِحَاتِ وَاجْتَنِبُوا الْمُنْكَرَاتِ وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْلُوْمَتٍ وَاشْكُرُوْا لِلّٰهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَMa'asyiral muslimin rahimakumullah!Pada kesempatan mulia ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah wabil-khusus kepada diri khatib sendiri untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan senantiasa berjuang untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Takwa akan menguatkan komitmen kita untuk beribadah dan menyempurnakan keislaman kita dengan menunaikan semua rukun Islam sebagai bangunan utuhnya. Karena Islam dibangun di atas lima bagian elemen sebagaimana Hadis yang diriwayatkkan oleh Imam Al-Bukhari dan الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَ إِقَامِ الصَّلَاةِ، وَ إِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَ حَجِّ الْبَيْتِ، وَ صَوْمِ رَمَضَانَ . رواه البخاري و مسلمArtinya "Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu persaksian bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, pergi haji, dan puasa di bulan Ramadhan." HR Al-Bukhari dan MuslimMa'asyiral muslimin rahimakumullah!Di antara lima rukun Islam yang harus dikerjakan oleh umat Islam adalah ibadah haji. Ibadah ini memiliki kekhususan waktu dan tempat karena harus dikerjakan pada bulan Dzulhijjah di tanah suci Makkah. Untuk bisa menjalankannya, diperlukan niat dan komitmen kuat karena ibadah ini memerlukan waktu dan syarat-syarat khusus di antaranya adalah mampu mengerjakannya. Artinya, ketika seseorang sudah mampu untuk melaksanakannya, maka wajib baginya untuk berhaji. Jika ia menghindar dari kewajiban dalam kondisi mampu mengerjakannya maka ia berdosa. Allah Ta'ala menegaskan hal ini dalam firman-Nyaوَلِلهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًاArtinya "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah." QS Ali Imran 97Lalu apa yang disebut dengan syarat mampu dalam berhaji? Para ulama menjelaskan bahwa seseorang bisa disebut mampu melaksanakan ibadah haji di antaranya adalah mampu secara fisik dan dalam kondisi jasmani dan rohani yang sehat. Disebut mampu juga adalah adanya sarana transportasi yang memadai untuk bisa bisa digunakan pergi haji. Dalam konteks umat Islam yang berada di Indonesia, adanya sarana transportasi ini diartikan sebagai kemampuan untuk membayar biaya sarana dan dan prasarana transportasi termasuk akomodasi yang dibutuhkan selama menjalani proses kesehatan dan biaya inilah yang sering menjadi permasalahan umum yang dihadapi umat Islam di Indonesia. Tak jarang faktor inilah yang mengendurkan semangat umat Islam, khususnya yang jauh dari negara Makkah seperti Indonesia, untuk pergi haji. Ditambah lagi saat ini, antrean untuk bisa berangkat haji terus bertambah panjang dan lama hingga ada yang harus menunggu giliran berangkat sampai dengan puluhan apakah kendala-kendala ini semakin mengendurkan semangat kita untuk berhaji? Tentu saja jawabannya kita harus menjawabnya dengan kata 'tidak'. Kita harus terus menanamkan semangat dan niat kita berhaji sebagai upaya menyempurnakan keislaman dan semangat harus terus dipupuk dengan cara tetap berikhtiar. Melakukan upaya memenuhi syarat-syarat kemampuan dan setelah itu bertawakkal kepada Allah karena Dia-lah yang Maha penentu segala-galanya. Niat menjadi hal yang penting, karena banyak orang yang mampu baik secara fisik, kesempatan maupun biaya, namun mereka belum tergerak hatinya untuk kita mau berusaha, Insya Allah, diberi jalan kemudahan. Kita harus optimis bahwa kita mampu berhaji karena kita yakin bahwa Allah Maha Tahu dan Maha Pemurah kepada hamba-Nya yang bertakwa. Ketakwaan menjadi jalan keluar dari masalah dan membukakan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah berfirmanوَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًاArtinya "Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak dia duga. Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluan-nya. Sesungguhnya Allah-lah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu." QS At-Thalaq Ayat 2-3Keutamaan Ibadah Haji
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID CSVur38ahcfk7ihCHFMbrUr_XqTQVaD-wfghSFrAI87zflCjQJCEEg==
Konten ini adalah kiriman dari pembaca Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini. inet – اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الْخَلْقَ وَقَدَّرَ الأَشْيَاءَ، وَاصْطَفَى مِنْ عِبَادِهِ الرُّسُلَ وَالأَنْبِيَاءَ، بِهِمْ نَتَأَسَّى وَنَقْتَدِي، وَبِهُدَاهُمْ نَهْتَدِي، أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِمَا هُوَ لَهُ أَهْلٌ مِنَ الحَمْدِ وَأُثْنِي عَلَيْهِ، وَأُوْمِنُ بِهِ وَأَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَنْزَلَ عَلَيْهِ رَبُّهُ الْقُرْآنَ الْمُبِيْنَ, هُدًى وَنُوْرًا لِلْمُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ رِسَالَتَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ، صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ وَعَلَى سَائِرِ الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ, وَآلِ كُلٍّ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah Setiap orang yang beriman pasti menyadari bahwa kehidupan di muka bumi ini bukanlah tanpa batasan waktu. Setiap orang menjalani kehidupan sesuai “kontraknya” masing-masing dalam batas waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Umur manusia berbeda satu dengan lainnya, begitu pun amal dan perbuatannya. Setiap mukmin akan menyadari bahwa ia tidak akan selamanya hidup dan tinggal di dunia ini. Bahwa keberadaannya di alam ini hakikatnya sedang menempuh proses perjalanan panjang menuju kehidupan akhirat yang kekal dan hakiki. Sikap yang demikian sungguh sangat berbeda dan bertolak belakang dengan sikap orang-orang yang hakikatnya tidak beriman. Sebagaimana hal ini disinggung dalam firman Allah SWT بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى “Akan tetapi kalian orang-orang yang ingkar justeru lebih memilih kehidupan dunia. Padahal sungguh kehidupan akhirat itu jauh lebih baik dan kekal. QS. al-A’la 16-17. Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah, Ada beberapa hal yang sering manusia lupakan, di antaranya pertanyaan Kenapa manusia diciptakan? Apa kepentingan dan tugas mereka dalam kehidupan ini? Sering sekali manusia melupakan pertanyaan-pertanyaan ini sehingga mereka hidup dalam penuh kelalaian, hidup hanya dipergunakan untuk bersenang-senang, makan, minum, dan kesenangan-kesenangan lain yang bersifat dunia. Mereka sama sekali tidak memikirkan tentang proses kejadian dirinya. Sehingga ketika ajal menjemputnya, penyesalanlah yang menghinggapinya di mana saat itu penyesalan sudah tidak berarti lagi. Dari sinilah perlunya iman yang kuat dalam diri kita supaya kita dapat berhati-hati dengan waktu. Pandai-pandailah memanfaatkannya. Ingatlah! Hari-hari kita jangan dilewati begitu saja tanpa hal yang bermanfaat dan bernilai positif. Sesaat demi sesaat, semua berlalu begitu cepatnya. Begitulah, diri kita berpindah dari pagi ke petang dan dari petang hingga pagi kembali. Apakah kita pernah bermuhasabah introspeksi terhadap diri kita sendiri? Sehingga kita bisa melihat lembaran-lembaran hari-hari kita dengan amal apa kita membukanya dan dengan amal apa pula kita menutupnya? Ada sebuah pepatah berbunyi “Time is money”,“al-waktu ka al-saif”. Waktu adalah uang, waktu adalah pedang, waktu adalah perjalanan yang tidak akan pernah kembali. Itulah ungkapan yang sering kita dengar untuk menghargai waktu. Waktu adalah kehidupan. Tidak ada yang lebih berharga dalam kehidupan ini setelah iman selain “waktu”. Waktu adalah benda yang paling berharga dalam kehidupan seorang muslim. Ia tidak dapat ditukar oleh apapun. Ia juga tidak dapat kembali jika sudah pergi. Sungguh sangat merugi orang yang menyia-nyiakan waktunya. Firman Allah وَالْعَصْرِ، إِنَّ الإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ، إِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran. Al-Ashr1-3. Dalam Islam, waktu bukan hanya sekadar lebih berharga dari pada emas. Atau seperti pepatah Inggris yang menyatakan time is money. Lebih dari itu, waktu dalam Islam adalah “kehidupan”, al-waqtu huwa al-hayah, demikian kata AS-Syahid Hasan Al-Banna. Ma’asyirol Muslimin Rahimakumullah Dalam peribahasa orang barat “the time is money”, waktu adalah uang. Orang-orang arab sendiri mengibaratkan “al-waqtu kas-saif”, waktu itu ibarat pedang. Nampaknya dari pengibaratan waktu di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Orang-orang barat yang selalu mengejar kehidupan duniawi mengibaratkan waktu adalah uang karena mereka merasa jika kehilangan satu detik saja maka uang akan melayang. Sedangkan orang arab yang memang dari sebelum Islam datang pun sudah amat suka bersyair, maka lahirlah peribahasa waktu yang diibaratkan seperti pedang. Satu sisi pedang bisa menyelamatkan nyawa seseorang, tapi di lain waktu ia bisa sangat berbahaya bahkan bisa mengakibatkan kematian itu sendiri. Adapun pepatah yang mengatakan bahwa waktu lebih berharga daripada uang, karena sejatinya uang adalah harta dunia yang bisa dicari. Sedangkan waktu adalah karunia Allah SWT yang tidak bisa dicari bahkan untuk mengembalikan satu detik yang telah kita lewati pun adalah sesuatu yang sangat mustahil bisa terjadi. Kehidupan duniawi memang dihiasi berbagai kesenangan, sehingga dengan kesenangan yang bersifat sementara tersebut membuat manusia sering terlena dan lupa waktu. Bahkan tidak jarang banyak waktu yang terbuang hanya untuk menikmati kehidupan duniawi semata tanpa berpikir bahwa dirinya kelak akan menghadap ke hadirat Sang Maha Pencipta untuk mempertanggung jawabkan semua amalan perbuatannya selama hidup di dunia. Maka kenapa kita harus terlena dengan kehidupan dunia? Ingatlah, kematian adalah suatu peristiwa yang pasti terjadi pada semua makhluk hidup sebagai tanda habisnya masa kontrak di dunia. Firman Allah surat Ali-Imran ayat 185. كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ “ Setiap makhluk berjiwa pasti mengalami kematian.” Ali Imron 185 Dunia ini adalah tempat berbuat dan berbuat, tempat untuk berusaha dan bekerja, tempat untuk melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan jahat. Tempat untuk mencari bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Firman Allah وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” Al Qashash 77 Hadirin sidang Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah SWT Supaya manusia termotivasi untuk bisa memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya, ada tiga pertanyaan mendasar mengenai keberadaan dan tujuan manusia di dunia ini dan pertanyaan itu berlaku sepanjang masa. Tiga pertanyaan tersebut akan membekas dalam hati manusia jika ia menjawabnya dengan penuh perenungan. Pertanyaan pertama, darimana kita berasal? Pertanyaan ini adalah merupakan simpul akidah, yang menurut kaum materialis mereka tidak mempercayainya. Mereka menganggap bahwa dunia dan isinya ini muncul dengan sendirinya. Sedangkan bagi orang yang beriman, pertanyaan ini akan memberi atsar yang kuat baginya. Pertanyaan ini akan mengingatkannya bahwa dia hanyalah makhluk yang tidak sempurna, makhluk yang hina yang tidak pantas untuk menyombongkan diri. Makhluk yang tidak mampu apa-apa kecuali Allah yang menghendakinya. Pertanyaan kedua, untuk apa kita diciptakan? Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang wajib dijawab oleh setiap orang setelah mengetahui bahwa ia di dunia ini hanyalah makhluk bagi Allah dan makhluk yang dipelihara oleh Allah Sang Pemelihara alam ini. Yaitu melalui penjabaran untuk apa manusia diciptakan? Kenapa manusia diberi keistimewaan yang lebih dibanding makhluk yang lain? Dan apa kepentingan mereka di atas bumi ini? Perlu diketahui, bahwa manusia diciptakan di dunia ini dengan berbagai kelebihannya, bukan hanya sekedar untuk memenuhi hawa nafsu belaka, tapi Allah jadikan manusia di muka bumi ini adalah sebagai khalifah, sebagaimana firman-Nya وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إني أعلم ما لا تعلمون “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata “Mengapa Engkau hendak menjadikan khalifah di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui.” Al Baqarah 30 Hal pertama yang harus diketahui manusia sebagai khalifah di muka bumi adalah mengenal Allah dengan benar dan menyembah-Nya dengan sebenar-benar penyembahan. Karena manusia diciptakan di muka bumi sebagai khalifah adalah untuk beribadah hanya kepada Allah. Sebagaimana ditegaskan dalam Firman Nya وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالاِنسَ إِلا لِيَعْبُدُون ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Adz-Dzariyat 56 Pertanyaan Ketiga, kemanakah tujuan kita? Pertanyaan ketiga ini bagi kaum materialis, mereka memberikan suatu jawaban. Tetapi hal itu justru menurunkan martabat kemuliaan manusia menempati kedudukan binatang. Mengenai tempat kembali manusia setelah menjalani kehidupan bermasyarakat, dengan sederhana sekali mereka mengatakan secara mutlak manusia akan hancur dan binasa. Mereka dilipat oleh bumi sebagaimana penguburan bermilyar binatang dan makhluk lainnya di dalam perut bumi. Jasad ini akan kembali ke unsur-unsur penciptaannya yang pertama. Jadi, mereka akan kembali menjadi debu yang diterbangkan oleh angin. Begitulah cerita kehidupan manusia menurut mereka. Tiada keabadian dan pembalasan, tiada perbedaan antara yang berbuat baik dan yang berlaku jahat. Berbeda dengan orang mukmin, tentu mereka sudah mengerti ke mana tujuan mereka pergi. Mereka menyadari bahwa dunia ini hanya sesaat. Dari tiga pertanyaan di atas, jika seseorang bisa merenungkannya dengan penuh penghayatan, maka ia akan menjadi seseorang yang rajin dan bisa memanfaatkan waktunya dengan baik. Sehingga tidak akan timbul penyesalan di kemudian hari. Hadirin sidang jama’ah jumat yang berbahagia, Salah satu yang sering dilalaikan oleh manusia adalah waktu luang. Di mana manusia memiliki jeda dalam rumitnya aktivitas sehari-sehari. Orang sesibuk apapun bekerja baik di kantor, sekolah, pabrik, pasar, ladang, sawah dan sebagainya, pastilah mempunyai waktu luang di tengah-tengah kesibukannya. Dan dari waktu luangnyalah manusia membangun kerangka sejati mengenai dirinya. Orang-orang yang tidak punya kegiatan dalam hidupnya berpotensi sekali untuk melakukan pergunjingan dan gosip. Kosong tanpa kegiatan sama saja dengan mobil yang didorong. Jalan sendiri di sebuah jalan menurun. Jadilah mobil itu menabrak ke sana ke mari tanpa tujuan. Manakala suatu hari kita mengalami kekosongan dalam hidup, bersiap-siaplah untuk menyambut datangnya kesedihan, kesusahan, dan ketakutan. Sesungguhnya kekosongan kita akan membuka semua arsip masa lalu, masa kini, dan masa depan dari panggung kehidupan sehingga kita berada dalam kondisi yang rumit. Maka dari itu, mari kita isi kekosongan yang mematikan ini dengan melakukan kegiatan yang membuahkan hasil dan bermanfa’at. Kekosongan itu ibarat seorang pencopet yang sedang menunggu mangsanya. Begitu kita mengalami kekosongan, maka saat itu juga kita akan diserang gempuran ilusi dari angan-angan dan saat itulah akan hilang seluruh diri kita. Oleh karena itu, marilah kita bangkit mulai dari sekarang untuk mengisi kehidupan ini dengan berbagai kegiatan positif. Seperti ibadah, membaca, bertasbih, menelaah sebuah buku, menulis, merapikan meja kerja, atau memberi hal yang berguna bagi orang lain. Maka insya Allah kebahagiaan akan kita peroleh. Apa yang harus dilakukan? Membaca merupakan salah satu jawabannya. Baik itu membaca Alquran, kitab-kitab hadits, buku-buku ilmu pengetahuan dan motivasi, sampai membaca situasi kehidupan di sekeliling kita. Sehingga dengan begitu, waktu luang tidak akan terlewati dengan percuma. Mari renungkan, orang-orang yang telah mendahului kita begitu antusiasnya terhadap buku dan begitu efektifnya mereka memanfaatkan waktu. Maka sudah sepantasnya kita yang hidup di dunia serba modern ini di mana buku-buku sudah tersebar merata bahkan di internet pun dengan mudah kita bisa mengakses berbagai ilmu pengetahuan. Maka patutkah kita berdiam diri membiarkan waktu luang kita berlalu begitu saja? أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ، وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ ، الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ ، وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ، فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ، فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ، وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ . بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. Khutbah Kedua اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ, اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَاكُمْ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَنْبِيَآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ الْمُقَرَّبِيْنَ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مَجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ ودَمِّرْ أَعْدَآئَنَا وَأَعْدَآءَ الدِّيْنِ وأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنا إِنْدُوْنِيْسِيَا خَآصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَآءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكم، وَلَذِكرُ اللهِ أَكْبَرُ. أقيموا الصلاة !!! Redaktur Deasy Lyna Tsuraya Beri NilaiLoading... Pria keturunan Jawa yang kini berlabuh di Palembang guna mengamalkan ilmu yang didapat selama belajar di LIPIA Jakarta.
khotbah tentang waktu dan kesempatan